
Isu Pergantian Menteri KKP Menguat, Ketum HNSI Layak Gantikan Menteri Sakti Wahyu Trenggono
DPC HNSI BATUBARA | Sekretaris DPC HNSI Batubara M. Adam Malik, S.Sos pada kamis (29/01/26) menyoroti isu rencana pergeseran beberapa pos menteri di jakarta, salah satu menteri yang masuk dalam isu reshuffle (pergantian) tersebut yaitu Menteri Kelautan & Perikanan (KKP) yang saat ini di jabat oleh Sakti Wahyu Trenggono. Kabarnya, Sakti termasuk menteri yang patut untuk di ganti oleh Presiden Prabowo Subianto.
Rencana pergantian ini lantas mendapat respon positif dari arus bawah Nelayan di Kabupaten Batubara. Adam Malik menyambut baik apabila Presiden Prabowo benar mengambil langkah mengganti Menteri Sakti yang saat ini tengah menjabat. Adam memberikan pertimbangan sosok yang pantas mengisi pos Menteri KKP untuk mempercepat gerak perubahan di sektor kelautan dan perikanan.
“Isu sudah bergulir, mudah-mudahan terlaksana. pergantian Menteri memang hak preogratif Presiden. Namun, soal siapa yang tepat menggantikan Menteri Sakti Wahyu Trenggono harus sosok tokoh nasional, selain itu memiliki rekam jejak yang mumpuni di sektor Kelautan dan Perikanan. Saat ini, sosok itu hanya Ketua Umum HNSI Laksamana (Purn) Sumardjono”. Ungkapnya.

Adam Malik menyampaikan bahwa Ketua Umum Sumardjono merupakan tokoh nasional yang memiliki integritas tinggi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam jabatan apapun. Hal ini terbukti saat ia menjabat sebagai KASAL tahun 2007 silam.
“Saya rasa, Presiden Prabowo tahu lebih dalam tentang kemampuan Ketua Umum HNSI, bahkan lebih mengetahui dari pada kami sendiri sebagai kader HNSI bang, mereka sama-sama di Tentara kan dulu kan”. Ungkap Adam Malik.
Bicara peluang, Adam tak meragukan jika Ketua Umum HNSI Laksamana (Purn) Sumardjono akan di panggil oleh Presiden Prabowo untuk mengisi kursi menteri KKP. hal ini karena 4 faktor penentu yang di miliki oleh Ketua Umum HNSI tersebut.
Pertama soal kapasitas Sumarjono adalah Mantan KASAL TNI (ke-20) yang memimin puluhan ribu prajurit TNI AL dan seorang prajurit sejati. Baginya, seorang menteri Kelautan & Perikanan harus memiliki kemampuan Maritim teritory yang mumpuni. Sebab, Indonesia merupakan Negara kepulauan dan laut yang begitu luas.
Kedua soal kapabilitas. Usai purna tugas sebagai prajurit, Laksamana (Purn) Sumardjono tidak berhenti mengabdi kepada bangsa dan negara. Melalui HNSI ia memimpin Kelompok Nelayan terbesar dan tertua di Negara Indonesia. Pengabdiannya berlanjut ke Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) atau Rumah Besar Bagi belasan juta Masyarakat yang berprofesi sebagai Nelayan di NKRI.
Kemudian Ketiga soal Hubungan emosional antara Presiden Prabowo dan Laksamana (Purn) Sumardjono menjadi penentu. Ketua Umum HNSI adalah Ajudan Presiden Soeharto (1995) Mantan Presiden RI ke-2 dan pastinya sering bertemu dengan Presiden Prabowo Kala Itu sebagai menantu Soeharto.
Terakhir, soal keinginan Masyarakat Nelayan. Bahwa Menteri KKP kedepan adalah Tokoh Nasional yang memiliki ciri representase harapan Masyarakat Nelayan. Sebagai Ketua Umum DPP HNSI, Laksamana (Purn) Sumardjono telah membuktikan keberhasilan memimpin jutaan Masyarakat Nelayan sejak purna-tugas sebagai prajurit. (BIDKOMINFO DPC HNSI BATUBARA).